RESISTENSI PEMBINA TAHFIDZ QUR’AN DALAM MEMPERTAHANKAN BUDAYA SANTRI DI MA MU’ALLIMAT NW ANJANI
DOI:
https://doi.org/10.51806/3bpxgc74Keywords:
RESISTENSI , TAHFIDZ QUR’AN, MEMPERTAHANKAN BUDAYA SANTRIAbstract
Budaya santri merupakan identitas khas lembaga pendidikan Islam yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan keteladanan. Namun, modernisasi dan perkembangan teknologi membawa tantangan terhadap pelestarian budaya santri, termasuk di MA Mu’allimat NW Anjani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resistensi yang dilakukan oleh pembina tahfidz Qur’an dalam mempertahankan budaya santri serta strategi yang diterapkan dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pembina tahfidz, observasi kegiatan santri, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi pembina tahfidz dalam mempertahankan budaya santri dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu: (1) penguatan karakter santri melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dan keteladanan, (2) integrasi pendidikan tahfidz dengan kurikulum formal sekolah untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan religiusitas, serta (3) penciptaan lingkungan religius yang kondusif melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran pembina tahfidz sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai santri di tengah arus modernisasi. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi lembaga pendidikan Islam dalam mempertahankan budaya santri serta menawarkan strategi yang dapat diadaptasi dalam menghadapi tantangan era globalisasi.
