STEREOTIP MASYARAKAT SUKU SASAK TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI PEREMPUAN(STUDI DI DESA ANJANI)

Authors

  • Rabi’atul Hidayati Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur Author
  • Muhammad Ramdani Nur Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur Author
  • Moh. Nasir Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur Author

DOI:

https://doi.org/10.51806/asjwja12

Keywords:

Stereotip Masyarakat, Pendidikan Tinggi Perempuan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stereotip masyarakat Suku Sasak Desa Anjani terhadap pendidikan tinggi perempuan dan faktor yang membentuk stereotip tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan lokasi penelitian di Desa Anjani dengan subjek penelitian masyarakat dan perangkat desa setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi. Pendidikan tinggi sangatlah penting untuk semua gender baik laki-laki maupun perempuan, karena dengan belajar hingga ke pendidikan tinggi dapat meningkatkan pemahaman dan mengembangkan ilmu pengetahuan, soft skill maupun hard skill. Penelitian ini didasari oleh observasi peneliti, yaitu ketika seorang perempuan hendak melanjutkan studi ke pendidikan tinggi pasti menemukan komentar dan kritik non-konstruktif dari masyarakat, dimana masyarakat belum mengenal arti pentingnya pendidikan tinggi, sementara di Desa Anjani sudah terdapat perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip masyarakat Suku Sasak asli Anjani terhadap pendidikan tinggi perempuan sebagian besar positif artinya mereka mendukung anak-anak perempuan tetap berpendidikan tinggi supaya mereka tidak mengalami kepedihan dan kesengsaraan hidup seperti halnya yang dialami orang tua mereka dan agar mereka mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarga. Walaupun demikian, masih ada beberapa masyarakat yang berstereotip negatif dikarenakan beberapa faktor, yaitu faktor ekonomi, pola pikir dan lingkungan sosial, faktor nikah muda, minat, dan sebagainya.

References

Abdullah, A. S. (2007). Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan Al-Qur’an. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Abdullah, Z. (2021). Peran Perempuan dalam Dunia Pendidikan Perspektif Hamka (Zotero). 04, 115–135.

Ahmadi, A., & Uhbiyati, N. (2007). Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ahtisyah, R. (2022). Kajian Feminisme dan Stereotip Gender dalam Kumpulan Cerpen “Perempuan Penakluk Ombak” Karya Rafflesia Writer Community (Hlm. 300) [Skripsi]. Bengkulu: Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno.

Anwar, A. U. (2023). Stereotip Masyarakat terhadap Perilaku Sosial Keagamaan Perempuan Bercadar di Desa Bukit Kemuning Lampung Utara. UIN Raden Intan Lampung.

Arifin, Z., & Zogara, A. U. (2020). Metodologi Penelitian Ilmiah Buku Panduan Mudah Memahami Metode Ilmiah dari Teori Hingga Aplikasi (Cetakan Pertama). Bandung: KBM Indonesia.

Chusniatun, C., Inayati, N. L., & Harismah, K. (2022). Identifikasi Stereotip Gender Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta: Menuju Penerapan Pendidikan Berperspektif Gender. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 32(2), 248–262. Https://Doi.Org/10.23917/Jpis.V32i2.21610

Fakih, M. (2013). Analisis Gender & Transformasi Sosial (Cetakan Ke-15). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Firmansyah, I. (2021). Hubungan Stereotip Gender dengan Konsep Diri Akademik pada Remaja di MAN 1( Madrasah Aliyah Negeri) Kota Pekanbaru (Zotero; Hlm. 156) [Skripsi]. UIN Suska. Riau

Kartini. (2009). Habis Gelap Terbitlah Terang (Balai Pustaka, Ed.; A. Pane, Penerj.). Jakarta: PT Percetakan Dan Penerbitan Balai Pustaka.

Kaumi, R. (2016). Problematika Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Desa Air Teras Kecamatan Talo Kabupaten Seluma [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.

Khoirunnisa. (2020). Stereotip Perempuan dalam Film Kartini (Hlm. 92) [Skripsi]. Semarang: UIN Walisongo.

Musthafa, I., & Hermawan, A. (2018). Metodologi Penelitian Bahasa Arab: Konsep Dasar Strategi Metode Teknik (Cetakan Ke 1). Bandung: Remaja Rosdakarya. Https://Inlislite.Uin-Suska.Ac.Id

Pandu, Y. (Ed.). (2009). Undang-Undang RI Nomor 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan & Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta Selatan: Indonesia Legal Center Publishing.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahmawati, R. I. (2018). Pemikiran Nawa El- Saadawi dalam Karya Novel “Memoar Seorang Dokter Perempuan” (Studi Analisis Gender Mansor Fakih). UIN Sunan Kalijaga, 04, 47.

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian (Cetakan 1). Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Suparno, Hastin, M., Sumiartini, S., Lestari, D. P., Vanchapo, A. R., & Mokodenseho, S. (2023). Persepsi Masyarakat terhadap Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Kaum Perempuan. 06, 3641.

Suranto. (2009). Metodologi Penelitian dalam Pendidikan dengan Program SPSS. Semarang: Ghyyas Outra. Https://Library.Unissula.Ac.Id

Taufik, M. (2022). Skripsi Persepsi Masyarakat terhadap Kesetaraan Gender dalam Keluarga di Desa Mattiro Ade Kabupaten Pinrang. IAIN Parepare. Zotero

Downloads

Published

09.07.2024

Issue

Section

Articles

How to Cite

STEREOTIP MASYARAKAT SUKU SASAK TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI PEREMPUAN(STUDI DI DESA ANJANI). (2024). Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner, 1(1), 34-40. https://doi.org/10.51806/asjwja12